• Topters

Cara Meningkatkan Performa Php Dengan Opcache

Cara Meningkatkan Performa Php Dengan Opcache

Salah satu cara meningkatkan performa sebuah website PHP adalah dengan PHP OPcache. Mengoptimalkan kinerja PHP adalah topik yang sangat luas dan terdiri dari banyak hal di dalamnya. Karena pada dasarnya PHP memiliki begitu banyak pilihan yang tersedia yang dapat meningkatkan kinerja aplikasi dan memungkinkan penanganan sejumlah permintaan dengan lancar pada satu waktu.

Dalam artikel ini, saya akan memberi Anda gambaran singkat tentang apa itu OPcache, manfaatnya, dan langkah-langkah integrasi.

Apa itu Opcache? Saya baru dengar?

Nah OPcache sebenarnya adalah tool yang sudah ada dalam paket PHP 5.5 dan tersedia dalam versi terbaru. Untuk versi sebelumnya seperti PHP 5.4, 5.3 dan 5.2, kita harus menginstal ekstensi pecl terlebih dahulu untuk mengaktifkan OPcache secara manual.

Menurut php.net:

"OPcache meningkatkan kinerja PHP dengan menyimpan skrip yang dikompilasi oleh kode dalam memori bersama, sehingga menghapus kebutuhan PHP untuk memuat dan mem-parsing skrip pada setiap permintaan."

Intinya sih, ketika kita menyelesaikan kompilasi kode dalam PHP, kode yang dapat dibaca manusia dikonversi ke dalam bahasa mesin. Proses kompilasi kode ini membutuhkan waktu untuk.

Jadi, jika kita membuat permintaan (request) setiap waktu dan siklus berlanjut seperti apa adanya, aplikasi kita akan menghadapi banyak masalah karena butuh waktu untuk setiap proses kompilasi kode tadi.

Tetapi dengan mengaktifkan PHP OPcache, proses kompliasi akan berjalan sekali dan menghemat waktu kompilasi. Skrip akan disimpan dalam memori dan hanya jika ada perubahan, barulah skrip akan dikompilasi ulang dan hasil kompilasi akan terus disimpan.

Tentu saja penggunaan OPcache Ini dapat memberi kita peningkatan kinerja yang serius dan dapat mengurangi waktu buka aplikasi secara signifikan. Pada PHP7, OPcache menggunakan 64MB memori secara default.

Kapan kita butuh OPcache?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita pertimbangkan kasus di mana kita memiliki situs web kecil dengan lalu lintas normal seperti 500-5k pengunjung setiap bulan. Pengguna yang mengakses website kita juga kecil, seperti 5-10 setiap hari. Dalam hal ini kita tidak akan merasakan masalah pada kecepatan website dan pengguna pun merasa baik-baik saja.

Tapi bayangkan sebuah situs web atau aplikasi dengan ratusan ribu pengunjung per detik dan rasio pengguna bersamaan juga jauh lebih banyak dari seribu. Di sini PHP7 OPcache dapat memberikan kita bantuan kinerja yang optimal hanya dengan beberapa langkah konfigurasi,

Di sini perlu kita catat satu hal lagi bahwa OPcache sendiri bukanlah sulap yang dapat mengatasi masalah kita dengan sendirinya. Diperlukan beberapa pengaturan dan konfigurasi server yang akan memainkan peran penting di dalam proses tersebut.

Yang paling penting sebenarnya adalah struktur pengkodean kita.

Sebagai contoh, pada server 1GB RAM Digitalocean dengan 1 CPU, ia dapat menangani 10 permintaan / detik TANPA menggunakan OPcache.

Dengan mengaktifkan OPcache, angka tersebut akan meningkat menjadi 34+ permintaan / detik. Dan bukan sampai disitu saja, kita juga dapat mengoptimalkannya lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja aplikasi lebih jauh.

Bagaimana sebenarnya cara kerja OPcache?

Dibawah ini adalah proses kerja dari OPchace pada PHP 7. Pada saat PHP akan mengkompilasi sebuah skrip, proses akan melakukan pengecekan pada OPcache di memori. Jika pada memori sudah terdapat hasil dari kompilasi skrip tersebut, maka proses tidak akan melakukan kompilasi kode akan tetapi proses dilanjutkan dengan mengambil data hasil kompilasi dari dalam memori yang sudah disimpan oleh OPcache sebelumnya.

Bagaimana cara Instalasi dan Konfigurasi OPcache?

OPcache dikompilasi secara default pada PHP5.5 +. Tetapi fitur tersebut belum aktif secara default. Untuk mulai menggunakan OPcache di PHP5.5 keatas, kita harus mengaktifkannya secara manual terlebih dahulu.

Berikut ini adalah langkah mengaktifkan OPcache :

Tambahkan kode berikut ini ke dalam file php.ini

Untuk pengguna Windows, gunakan kode berikut :

zend_extension="C:\Program Files\PHP5.5\ext\php_opcache.dll"

Pastikan bahwa lokasi dari ext dan versi PHP sama dengan yang terinstal di server/ PC kita.


Sementara untuk pengguna Linux, gunakan kode berikut:
Pertama, temukan lokasi dari file opcache dengan perintah:

# find / -name ‘opcache.so’

Hasil yang didapat kurang lebih seperti ini:

/usr/lib/php5/20100525/opcache.so

Selanjutnya tinggal kita masukan lokasi tersebut ke dalam file php.ini yaitu sebagai berikut :

zend_extension=/usr/lib/php5/20100525/opcache.so

Setelah itu, tambahkan kode konfigurasi seperti di bawah ini

opcache.memory_consumption=128
opcache.interned_strings_buffer=8
opcache.max_accelerated_files=4000
opcache.revalidate_freq=60
opcache.fast_shutdown=1
opcache.enable_cli=1
opcache.save_comments=0

Kesimpulan

Saya yakin dengan mengintegrasikan PHP OPcache dalam aplikasi web akan memberikan performa lebih baik untuk kinerja PHP. Melakukan cache pada kompilasi kode adalah ide bagus di mana kita tidak perlu mengompilasi kode berulang ulang. Karena kode hanya dikompilasi saat diperbarui dan kemudian disimpan ke dalam memori dalam waktu lama.

Oleh karena itu, menghemat banyak waktu dan memberikan peningkatan kinerja yang luar biasa.

Comments (0)


Add Comment