Jasa Bantu Koding Skripsi Murah Harga Pelajar. WA aja dulu : 0838-4309-6913
COD / tanya tanya langsung area Tangerang. CodeIgniter/ Android / Django.

Php Vs Node.Js Untuk Website Modern 2018

Ryo Suwito - Contributor

: | : 15 May 2018 | Programming

Php Vs Node.Js Untuk Website Modern 2018

Php Vs Node.Js Untuk Website Modern 2018

: | : 15 May 2018 | Programming
Tags | php | node

PHP

PHP (Hypertext Preprocessor) adalah salah satu teknologi yang dipakai oleh banyak sekali website di dunia. Hari ini, PHP adalah bahasa yang mendasari sistem manajemen konten (CMS) populer (seperti Wordpress, Joomla, Drupal) dan kerangka kerja pengembangan (Development Framework) seperti misalnya Laravel, CakePHP, dan Symfony.

1. Codebase yang Kuat dan Fleksibel

Membangun situs web dengan PHP itu mudah; bahkan orang awam sekali pun bisa melakukannya. Berkat basis kode PHP yang kuat yang mencakup beberapa platform CMS populer seperti Wordpress, Joomla, Drupal yang memungkinkan untuk meluncurkan blog atau situs web eCommerce, dalam hitungan menit. Demikian pula, kerangka pengembangan web seperti Laravel, CodeIgniter membuat pekerjaan pengembang, lebih mudah dari sebelumnya.

Kemudian, ada beberapa aplikasi di platform hosting (seperti cPanel) yang didukung oleh PHP. Dan dengan komunitas dukungan besar PHP, mengembangkan aplikasi khusus dalam skala apa pun adalah bisnis yang memungkinkan.

2. Integrasi dan Penyebaran yang Mudah

  • Kamu dapat menjalankan kode PHP di Windows atau Linux atau server (Apache, Nginx).
  • Dukungan hosting untuk aplikasi PHP juga fleksibel. PHP bisa dijalankan menggunakan shared hosting, sementara Node perlu minimal VPS tersendiri untuk dapat berjalan.

Ini tentu membuat PHP menjadi pilihan bagus untuk pemula dalam pengembangan. Sementara Node lebih cocok untuk mereka yang lebih berpengalaman dalam menggunakan server berbasis Linux.

3. Sangat Cocok jika digunakan untuk Pengembangan Web

PHP dirancang dengan tujuan utama membuat sebuah web dinamis dan oleh karena itu, ia memiliki semua fungsi yang disertakan untuk mengelola HTML, server, dan database. Karena semua halaman dirender di web, menggunakan PHP.

 

NodeJS

NodeJS adalah sebuah runtime environment yang membawa manfaat dari bahasa pengembangan front-end (yaitu Javascript) untuk pengembangan back-end. Diluncurkan pada 2009, Nodejs menggambarkan kekuatan sebenarnya dari Javascript yang membantu dalam membangun aplikasi I / O,  yang terfokus pada penggunaan data secara besar-besaran.

1. Real-Time Web Development

Bagian terbaik tentang Nodejs adalah efisiensi Javascript (seperti non-blocking I/O, yang mampu menangani kejadian bersamaan pada suatu waktu). Potensi JavaScript ini membuat NodeJS menjalankan peristiwa real-time lebih cepat, dengan penggunaan CPU yang lebih sedikit. Kemampuan Nodejs seperti itu membuatnya cocok untuk aplikasi chatting, SPA (Single Page Application) dll.

2. Satu Bahasa Pemrograman untuk Backend dan Frontend

Javascript diperkenalkan sebagai bahasa pemrograman sisi-klien. Ketika Nodejs diinstal di sisi server untuk pengembangan backend, pengembang mendapatkan manfaat karena tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman lain. Yaitu, baik frontend dan backend menggunakan javascript untuk pengembangan aplikasi. Keuntungan seperti itu dapat dikembangkan untuk pengerjaan proyek yang lebih cepat.

3. Dukungan Komunitas

Nodejs memiliki komunitas aktif yang terus berkontribusi pada pengembangan dan skalabilitas yang lebih sederhana. Sebagai contoh: Sejumlah modul NodeJS memperluas kemampuan aplikasi. . Salah satu modul yang paling populer termasuk Socket.io yang membuat koneksi persisten (tetap) antara klien dan server, yang memungkinkan server untuk memberikan pemberitahuan secara real-time ke klien.

 

Nodejs vs PHP: Pilih yang mana dan kapan harus menggunakannya?

PHP sangat ideal digunakan saat :

  • Hanya digunakan untuk membangun situs web seperti blog, landing page, situs berita, portal web, dll. Dalam hal ini, tidak perlu membuat, menyesuaikan, dan menskalakan situs web (menggunakan plugin, API), sesuai kebutuhan.
  • Selain itu,  LAMP stack (Linux, Apache, MYSql, dan PHP) sangat mempermudah pengembangan aplikasi PHP.

NodeJS sangat ideal untuk digunakan ketika:

  • Arsitektur asynchronous dari Nodejs membuatnya diperlukan untuk Aplikasi Halaman Tunggal (SPA - Single Page Application) atau yang membutuhkan update secara realtime. Contoh aplikasi seperti ini antara lain aplikasi kolaborasi tim seperti Trello, aplikasi chatting, aplikasi konferensi video, dll.
  • Jika PHP menggunakan LAMP stack maka Node menggunakan MEAN (Mongo, Express.js, Angularjs) stack untuk mempermudah pengembangan website. Di frontend, kamu juga bisa menggunakan JQuery, Backbone.js, atau React.js (yang semuanya ditulis dalam javascript).

Kesimpulan

Pada dasarnya sebagai pengembang web, jangan terlalu terikat pada satu bahasa pemrograman saja. Karena semua bahasa pemrogramman memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Jika kita paham kelebihan dan kekurangan masing masing bahasa maka kita akan dapat memilih bahasa yang akan kita gunakan mengikuti kebutuhan web yang akan kita bangun nantinya.

Share to your friends !


Powered by: